Februari 11, 2008

Saya lihat Kambing - Usaha Sendiri



Apa istimewanya liat kambing? di Indonesia Paman saya juga punya hotel yang isinya kambing. Tapi yang ini lain karena suasana dan kambing persis dengan kambing yang ada di NZ. Gemuk gemuk, montok dan berbulu lebat (menoleh ke arah sahabat pria Arab saya dengan senyum misterius), sahabat saya tentu saja bukan tidak mengerti kalau saya sedang making fun of him, dia sudah pasrah waktu saya membandingkannya dengan ahhhh ga tega bilangnya.

Sejak saat itulah saya mendapat julukan
'Tania, princess y' m'touha al makboula al majenuna'. Sepertinya gelar kehormatan yang luar biasa tinggi (tertawa terpingkal pingkal, membungkuk setengah badan menahan urine yang hendak keluar) andaikan anda mengerti apa artinya tentunya seluruh isi jagad ini akan ikut murka.

Balik lagi ke urusan kambing, entah kenapa hari itu saya memaksa untuk keluar dari mobil dan berusaha mengambil foto, ehhhh peduli amat ya Mano' (nama sahabat saya) mau bilang apa yang jelas saya menginginkan gambar itu.

Waktu saya menginginkan photo itu awalnya hanya sebagai photo suvenir yang akan saya pamerkan kepada paman saya, "ini loh Man' kalo di Arab kambingnya segede-gede gini dan pake mantel, gak kaya disini rata-rata cungkring". Mau ga maukan dia bisa riset untuk meningkatkan penjualannya.


"Better career better future lah..
.biar begini bangga punya bisnis sendiri gak makan ati gak disuruh-suruh orang sukur-sukur bisa buka lapangan pekerjaan buat orang sekitar, kan berkah juga..." ungkapan paman saya terngiang ngiang, sekilas terlintas wajah Emed, tukang sabit rumput yang mengabdikan dirinya pada pamanku yang satu itu. Bener juga ya pamanku itu....lama-lama bosen kerja sama orang (nah loh). Kalo gitu saya bisnis kambing juga deh. Akhir soal photo ini malah jadi motivasi saya..

Tidak ada komentar: