Sabtu pagi pukul 10.00 lagu - lagu dari suara khas Madonna mengantar pagi saya menuju tempat aktivitas di ujung jakarta. Secangkir sereal dan setangkap roti dengan olesan keju yang terbuat dari lemak kambing (ewwwww) sengaja saya bawa sebagai bekal untuk saya lahap selama perjalanan dari Bogor sampai Jakarta. Jadwal saya hari ini memang padat, mulai dari cek lab, ke kampus sampai makan siang dengan kawan-kawan lama selama di New Zealand dulu. Jadwal terakhir yang paling saya tunggu-tunggu karena kegilaan yang ditawarkan saat bersama ternyata lebih ampuh dari obat manapun untuk suplemen energi 5 hari kedepan melaksanakan penatnya aktivitas kerja...halahh!!!! setelah urusan saya dengan rumah sakit dan kampus kelar, saya sengaja berbelok menuju patal senayan yang kondisinya merayap, setelah beberapa kali putaran akhirnya parkir strategispun saya peroleh..gak ada salahnya ternyata sabar sedikit. Jam masih menunjukan pukul 1 siang artinya saya belum telat, langkah kaki saya percepat menuju Pepper Lunch, ya hari itu kami sepakat menunjuk Pepper Lunch sebagai tempat mangkal kami.Hmmmm harumnya daging panggang mulai mengocok perut saya, sayang saya harus sedikit mengantri di barisan sampai beberapa wajah yang sudah tidak asing melambaikan tangan.Aaaaaah!!!!i guess mereka datang lebih awal kali ini. Setelah memesan double steak dan segelas lemon tea saya berlalu menuju meja no 4 tepat dipojok belakang restoran Jepang tersebut. Sambutan hangat mulai membanjiri awal makan siang kami, sebagian sudah tak sabar menunggu oleh-oleh dan cerita saya mengenai liburan kemarin. Teriakan-teriakan genit dari Inggrid dan cubitan perihnya mulai saya rasakan dipergelangan tangan saat kami semua menyantap sarapan siang kami dengan lahap sambil mengingat kenangan bersama 8 tahun silam di Wellington City. We miss Wellington so much!!!!Acara kami siang itu ditutup dengan 'kunjungan' kami ke Kinokuniya, saya berhasil membawa pulang koleksi premium Ibrahim Fawal dan Helen Exley ke daftar koleksi buku yang mulai memenuhi lemari buku pribadi. Jam menunjukan 15.30 wib artinya saya mesti sudah harus pulang karena masih banyak yang harus saya persiapkan untuk memulai hari Minggu. Kami berpisah di lantai dasar dengan pelukan dan berjanji akan bertemu kembali suatu waktu. Maklum kami masing-masing punya kesibukan yang menuntut sebagian besar waktu kami. Saya berlari kecil menuju parkiran, pak Ade yang sengaja saya 'charter' sedari pagi sudah menunggu saya dengan setia. Kali ini lagu-lagu Sting menemani perjalanan pulang menuju Bogor yang mulai terlihat mendung dan hujan rintik-rintik mulai turun membasahi kaca mobil, lagu Be Still my beating heart dari Sting yang bernuansa Arabic dan suasana mendung benar-benar membuat saya mengantuk, angan saya melayang, teringat saat berada di luasnya gurun menuju Aqaba. Akhirnya sayapun terlelap....ahhhhh my happy saturday, thank u God.
