Best time in my life. Akhirnya saya ketemu juga JW Marriot Laut Mati yang SubhanAllah cantiknya luar biasa, brilian brilian benar-benar lokasi. Biarpun harus landing dan take off berulang ulang this is really worth it. Mataku setengah mengantuk, namun masih ada sisa tenaga melihat kawan yang juga terlihat excited menghisap Sisha dengan aroma apel. Kepulan Sisha berbentuk bulat keluar berkali-kali dari bibir yang dimonyongkan sahabat saya, lagu-lagu Italy terdengar sangat romatis, mendayu - dayu (sok tau....jujur saya gak ngerti apa yang dinyanyikannya) ikut menghangatkan suasana dan akhirnya menina bobokan saya dipojokan restaurant outdoor yang menghadap ke laut mati, sungguh romantis. Andaikan El dan Tiago juga duduk disini bersama saya. hoaaaahhhhhhhh nguap setinggi-tingginya.
Brrrr angin dingin mulai terasa, seteguk dua teguk teh hangat (standarrr..kemana mana maunya minum teh hangat) lumayan menghangatkan tubuh dan akhirnya sayapun tertidur, tak perduli walaupun 'dunia' memprotesnya (sorry guys sleeping is very human). Memang seharusnya saya harus jauh lebih semangat apalagi waktu teman-teman mulai membicarakan perjalanan panjang serta rencana-rencana gila. Tapi deraan kantuk yang luar biasa benar-benar mematikan sel-sel tenaga saya untuk ikut nimbrung perundingan gila mereka. Obrolan dan pemandangan Israel yang terlihat jelas dari laut Mati akhirnya terbawa dalam mimpi saya serta doa yang tak lupa saya panjatkan sebagai closing days dan rasa syukur.
" Dear Lord, now i lay me down to sleep, pray the lord myself to keep, if i die before i wake pray the lord my soul to take, ameen " Terima kasih Tuhan atas hidup yang Kau berikan sampai hari ini.......". Doa itu sebenarnya gambaran doa yang mewakili seluruh rasa syukur disamping doa-doa berbahasa Arab yang turun temurun diajarkan keluarga saya.
Saya mulai terbang ke pulau kapuk......Jadi mesti lewat jalur mana saya mesti menembus Jerusallem? moslem seperti saya jangan-jangan cuma ditembak dari belakang hiyyyyy. Gak bisakah salah satu 'penguasa' itu kirim kawat (kawat jemuran maksud looh??) kalau saya sudah jauh-jauh dari Indonesia dan mau liat mesjid yang di agung-agungkan umat Moslem 'Al Aqsa' dan kalau pun bisa sekalian tembok ratapan dong (heueheuheu). Yahhh mumpung jaraknya ga ada itungan jam ke Westbank....heheheheh. Atau lewat Gaza aahahahah??? wassallam deh bisa-bisa. Anyway selamat malam teman-teman dan selamat malam dunia, malam ini maafkan jika saya kurang perduli dengan kalian. Akhirnya saya ngorok di bangku panjang dan terbangun keesokan harinya (itu juga dipaksa, hari gini masih ada aja orang yang suka ngejajah). Nah trus yang mindahin badan saya ke peraduan siapa???? (dari kesemuanya tidak ada indikasi bahwa kawan saya menderita sakit pinggang akibat menggendong tubuh saya ke dalam kamar) jangan-jangan saya diseretnya....hihihii
Brrrr angin dingin mulai terasa, seteguk dua teguk teh hangat (standarrr..kemana mana maunya minum teh hangat) lumayan menghangatkan tubuh dan akhirnya sayapun tertidur, tak perduli walaupun 'dunia' memprotesnya (sorry guys sleeping is very human). Memang seharusnya saya harus jauh lebih semangat apalagi waktu teman-teman mulai membicarakan perjalanan panjang serta rencana-rencana gila. Tapi deraan kantuk yang luar biasa benar-benar mematikan sel-sel tenaga saya untuk ikut nimbrung perundingan gila mereka. Obrolan dan pemandangan Israel yang terlihat jelas dari laut Mati akhirnya terbawa dalam mimpi saya serta doa yang tak lupa saya panjatkan sebagai closing days dan rasa syukur.
" Dear Lord, now i lay me down to sleep, pray the lord myself to keep, if i die before i wake pray the lord my soul to take, ameen " Terima kasih Tuhan atas hidup yang Kau berikan sampai hari ini.......". Doa itu sebenarnya gambaran doa yang mewakili seluruh rasa syukur disamping doa-doa berbahasa Arab yang turun temurun diajarkan keluarga saya.
Saya mulai terbang ke pulau kapuk......Jadi mesti lewat jalur mana saya mesti menembus Jerusallem? moslem seperti saya jangan-jangan cuma ditembak dari belakang hiyyyyy. Gak bisakah salah satu 'penguasa' itu kirim kawat (kawat jemuran maksud looh??) kalau saya sudah jauh-jauh dari Indonesia dan mau liat mesjid yang di agung-agungkan umat Moslem 'Al Aqsa' dan kalau pun bisa sekalian tembok ratapan dong (heueheuheu). Yahhh mumpung jaraknya ga ada itungan jam ke Westbank....heheheheh. Atau lewat Gaza aahahahah??? wassallam deh bisa-bisa. Anyway selamat malam teman-teman dan selamat malam dunia, malam ini maafkan jika saya kurang perduli dengan kalian. Akhirnya saya ngorok di bangku panjang dan terbangun keesokan harinya (itu juga dipaksa, hari gini masih ada aja orang yang suka ngejajah). Nah trus yang mindahin badan saya ke peraduan siapa???? (dari kesemuanya tidak ada indikasi bahwa kawan saya menderita sakit pinggang akibat menggendong tubuh saya ke dalam kamar) jangan-jangan saya diseretnya....hihihii

Sunset di tanah suci, kenangan indah di laut mati
mengunjungi salah satu lokasi Prophet Musa
selanjutnya bergerak menuju JW Marriot

Tidak ada komentar:
Posting Komentar